Di tahun ajaran baru ini, yang menggunakan kurikulum nasional dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Mata pelajaran Informatika dengan CP yang baru akan memberikan pelajan tentang Berpikir komputasional, teknologi informasi dan komunikasi, dan logika algoritma.
Kenapa saya hanya memberikan 3 materi dari CP yang ada ? karena dengan pendekatan pembelajaran mendalam saya memiliki tujuan pembelajaran yang dimana murid menguasai min 1 materi dari yang diajarkan atau diberikan oleh guru seperti Microsoft office karena ini sangat bermanfaat untuk dunia kerja atau dimasa depan mereka atau scratch dimana materi ini memberikan pembelajaran koding sederhana agar murid minimal tahu tentang pemgkodingan atau sedikit tahu tentang bahasa program.
Diharapakan dengan tujuan pembelajaran yang jelas dan materi yang terfokus murid-murid dapat memiliki satu ilmu yang dipahami dan dapat dipraktekkan didunia nyata. Dalam pembelajaran tidak ada yang baku harus seperti yang diberikan oleh pemerintah, tapi pemebelajaran mendalam adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman utuh, bukan hafalan, dengan mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tujuannya adalah mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan karakter siswa yang kokoh dengan cara mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
- Berkesadaran: Peserta didik belajar dengan kesadaran penuh terhadap tujuan dan prosesnya.
- Bermakna: Materi pelajaran dikaitkan dengan konteks nyata, relevan, dan dapat diterapkan dalam kehidupan siswa serta bidang ilmu lain.
- Menggembirakan: Suasana belajar diciptakan positif, menyenangkan, dan memotivasi rasa ingin tahu.
- Fokus pada pemahaman: Mengutamakan pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar menghafal fakta.
- Holistik dan terpadu: Mengembangkan siswa secara utuh melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara terpadu.
- Penerapan di dunia nyata: Memungkinkan siswa mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata dan memecahkan masalah secara kreatif.
- Mendorong refleksi: Siswa diajak untuk merefleksikan apa yang telah dipelajari dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
- Mengubah peran guru: Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam proses pemaknaan materi, bukan hanya sebagai penyampai materi.